dear my lacrimal gland, don't you tired of working?pas lagi pilek-pileknya kemarin. sungguh!
tapi sekarang justru air mata saya seret banget. padahal stok air mata saya biasanya unlimited. artinya ada yang salah dengan saya beberapa malam terakhir ini. memang air mata bukanlah parameter yang menunjukkan tingkat kekhusyuan atau kepekaan seseorang. tapi bagi saya, jika air mata sudah keluar, ada sesuatu yang menyentuh hati saya. apapun itu. rasa sakit, rasa senang, rasa syukur, rasa sesal. bukan, pilek atau kepedesan ga termasuk. mungkin saya memang belum bersungguh-sungguh. mungkin saya belum menyadari kalau sebentar lagi saya akan ditinggalkan. mungkin saya belum menyadari kalau saya ternyata belum ngapa-ngapain selama 27 hari ini.
jadi kapan sadarnya? tinggal 3 hari lagi woy. bahkan saya belum merasa pantas berdoa meminta dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan karena ternyata Ramadhan ini pun belum bisa saya manfaatkan secara maksimal.
tapi akhirnya tetesan air mata itu keluar juga. tebak kapan. ketika saya lihat anak kecil, SMPan, ikut i'tikaf di mesjid. mesjid yang biasanya cuma keisi 1 saf di barisan laki-laki dan 2 saf di barisan perempuan. mesjid yang didominasi sama orang-orang bercucu. entah kenapa jleb aja liatnya. apalagi pas sambil nunggu mereka ngambil Qur'an yang ada di mesjid. dan mereka bertahan sampai beres. subhanallah..
jadi inget aja, pernah baca kalau seorang penguasa Yahudi berkata, "Kami baru takut kepada umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti melaksanakan shalat Jum'at".
memang yang sedang dibicarakan bukan shalat Subuh, tapi mungkin Yahudi bakal lebih takut lagi seandainya saat sedang shalat Sunnah ini jemaahnya sama seperti shalat Jum'at. dan yang saya lihat, seperti biasanya, mesjid penuh di seminggu pertama saja. itu bulan puasa. bulan lain mungkin lebih seret lagi. memang saya juga bukan termasuk orang yang sering shalat di mesjid. ngga, saya ga akan bilang karena perempuan lebih disunahkan shalat di rumah ko. tapi ya alangkah lebih baiknya kita ramaikan mesjid, setidaknya di bulan puasa, seperti anak-anak tadi. percaya atau ngga, kehadiran mereka bisa menginspirasi orang lain buat ngajak anak atau adiknya buat ke mesjid juga. senjata ampuhnya tinggal bilang, "masa kalah sama anak kecil?". hehe..
jadi inget aja, pernah baca kalau seorang penguasa Yahudi berkata, "Kami baru takut kepada umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti melaksanakan shalat Jum'at".
memang yang sedang dibicarakan bukan shalat Subuh, tapi mungkin Yahudi bakal lebih takut lagi seandainya saat sedang shalat Sunnah ini jemaahnya sama seperti shalat Jum'at. dan yang saya lihat, seperti biasanya, mesjid penuh di seminggu pertama saja. itu bulan puasa. bulan lain mungkin lebih seret lagi. memang saya juga bukan termasuk orang yang sering shalat di mesjid. ngga, saya ga akan bilang karena perempuan lebih disunahkan shalat di rumah ko. tapi ya alangkah lebih baiknya kita ramaikan mesjid, setidaknya di bulan puasa, seperti anak-anak tadi. percaya atau ngga, kehadiran mereka bisa menginspirasi orang lain buat ngajak anak atau adiknya buat ke mesjid juga. senjata ampuhnya tinggal bilang, "masa kalah sama anak kecil?". hehe..
akhir kata cuma bisa berdoa, 3 hari ini ga akan lewat gitu aja tanpa sesuatu yang ada artinya. oh iya, beberapa orang menebak-nebak kalau kemarin malam adalah Lailatul Qadr, yang sukses saya lewati dengan ketiduran di mesjid. betapaaa... :'(
wallahualam sih. tapi masih ada nanti malam. malam ke-29. ga ada yang tau juga kan...
wallahualam sih. tapi masih ada nanti malam. malam ke-29. ga ada yang tau juga kan...
2 comments:
kalo udah dapet, tularin sedikit yaa mel :D
kayanya belum dapet deh :'(
Post a Comment