beberapa hari yang lalu orang tua saya memasang iklan di koran, perihal rumah lama kami yang akan dijual. yang ditulis sih tidak mendetail, hanya daerah bandung sebelah mana, berapa tingkat, jumlah kamar tidur dan kamar mandi, serta no kontak yang bisa dihubungi. tidak lama setelah korannya terbit ada orang yang sms mama. smsnya kurang lebih seperti ini:
saya ibu Rita, saya melihat iklan di koran tentang rumah ibu dan merasa cocok. selanjutnya hubungi suami saya saja, H. Suwandi di nomor telepon 08*********. nanti ngobrolnya sama suami saya.
akhirnya diteleponlah si Bapak Suwandi itu. setelah mengobrol beberapa lama dengan mama saya, si Bapak menanyakan harga rumah. mama saya bilang *ibarat aja ya* 225 juta. terus ngobrol lagi. katanya si Bapak itu sedang di luar kota. istrinya juga. lalu dia bilang mereka tinggal di Jl. Ahmad Yani. kemudian si Bapak menyinggung lagi soal harga. "Berapa bu tadi? 250 ya? dikurangin bisa ga? 240 aja ya?" mama saya sih iya -iya aja sambil bingung. tapi kemudian Bapak itu menanyakan rekening untuk pembayaran. katanya mau bayar DP-nya dulu 10 juta. ya ga langsung dikasih sama mama. mama bilang nanti menghubungi lagi. lalu si Bapak nanya-nanya selain no telepon mama saya dan telepon rumah ini ,*kebetulan pas nelepon pake telepon rumah* ada nomor yang lain ga. mama saya bilang ga ada. mama lalu nanya lagi alamat si Bapak. terus Bapak itu bilang di Jl. Pungkur. setelah telepon ditutup, berdiskusilah si mama dan papa saya. agak khawatir juga sih kalau langsung memberikan nomor rekening. tapi ga mau suudzhan juga, siapa tahu mereka yang nelepon itu memang benar-benar bermaksud beli rumah kami. akhirnya disepakati kalau isi tabungannya akan dipindahkan dulu semua, baru ngasih nomor rekening ke si Bapak itu.
kebetulan saat itu saya sedang di atas, pas turun ke bawah, mama baru cerita semuanya. tapi kok perasaan ada yang aneh. kami memang belum pernah pasang iklan sebelumnya dimanapun jadi tidak tahu modus-modus penipuan yang mungkin ada. akhirnya saya telepon sepupu saya untuk minta pendapat. katanya jangan sampai dikasih nomor rekeningnya, kemungkinan penipuan. ya sudah kita nurut-nurut aja. terus saya penasaran, pengen ngetes si 'ibu Rita'nya. saya telepon ke nomor dia. ga diangkat. telepon lagi. ga diangkat lagi. haha berarti beneran ga bener ini mah. akhirnya kita ga pernah ngehubungi orang itu lagi.
yang saya tangkep dari situ:
- ibu Rita ini fiktif. ini paling kerjaan 1 orang aja, dengan pakai 2 nomor.
- si Bapak memang pura-pura lupa harga lalu dinaikkin dan pura-pura ditawar supaya bisa langsung deal dan bikin si mama excited tapi ga curiga.
- si Bapak memastikan nomor telepon mama saya apa aja supaya tahu kalau pihak kita yang menghubungi. jadi bisa tidak diangkat, baik ke nomor ibu Rita ataupun si Bapak sendiri.
- si Bapak lupa sama alamat fiktifnya sendiri, makanya pas ditanya kedua kalinya jawabannya beda. agak bodoh sih ini.
setelah itu, banyak juga ternyata orang-orang yang menelepon mencari tahu tentang rumah kami. alamat lengkap, kondisi air, kondisi jalan, segala macam. dari situ kami menyimpulkan kalau memang calon pembeli beneran pasti yang ditanya itu, ga tiba-tiba mau DP aja langsung.
tapi beberapa minggu kemudian mama bilang ada sms serupa lagi. dengan nama yang berbeda. ibu Sofia kalau tidak salah. suaminya entah siapa lupa. bentuk smsnya sama persis dan tidak digubris oleh mama. eh tapi pas terakhir mama cerita katanya sudah ada 5-6 sms seperti itu lagi. dengan nama-nama yang beda juga. ibu Evi, ibu Rika, blahblahblah. saya bilang kalau ada sms kaya gitu lagi bales aja "Basi lo!". dan akhirnya sms terakhir yang mama terima dibales kaya gitu.
hadooh. hari gini masih aja nipu. manusia emang banyak akalnya ya. dan akan melakukan apapun demi menuhin kebutuhannya. ckckckck. untuk yang baca ini, hati-hati ya. siapa tahu ngalamin kejadian serupa. yaa dipikir-pikir dulu aja kali ya sebelum memutuskan sesuatu. alhamdulillah kami ga sempet ketipu, walaupun mama udah seexcited itu dulu.
oh iya, ada yang berminat beli rumah kami? #loh #jadiiklan :p
oh iya, ada yang berminat beli rumah kami? #loh #jadiiklan :p
2 comments:
oalah... iklan terselubung rupanya haha... triknya oke juga mel, hehe. semoga nemu pembeli yang cucok ya...
haha bener juga ya day, padahal ga maksud :))
sebenernya ngeshare aja kalo ada yang nemu kaya gitu jangan langsung percaya :)
Post a Comment