Jan 13, 2009

maksud hati sih ingin berpuisi

Tirai keangkuhan membatasi dua ruang hati
Yang berteduh di bawah atap keegoisan
Yang berdiri tegak di atas karpet kebencian
Yang bertekuk lutut di bawah kuasa sang kemunafikan
Yang berselimutkan penyesalan
Dan tidur nyenyak di atas ranjang kefanaan
Merekalah yang tinggal dalam rumah kebodohan


Dulu, saya suka bikin2 tulisan g jelas. *sekarang lebih g jelas lagi*
hhe... dan ini ada beberapa contoh tulisan g jelas saya. Tulisan ini saya bikin tanggal 6 Desember 2005. jebot bgtlah. Pas liat2 diary jaman dulu jadi inget pernah bikin beginian. Kasi komen yah. hhihi.
Oia ni tulisan emang g dikasi judul dari dulunya juga. Terima aja ya.

4 comments:

Fanny Rosdiawan said...

puisi tentang cnta bertepuk sebelah tangan ya? pengalaman pribadi waktu sma ya? hihihi...

Unknown said...

wow (sejenak termenung), puisinya enak dibacain di depan tugu sukarno nih.
berdiri beberapa petak di atas jalan harapan.
berhadapkan ribuan jaket almamater bertongkatkan perjuangan.
kutunjukkan jariku kehadapan mereka.
hingga sang toa tak brani membantah perintah bibirku.

hihi,,tambah g jelas ya :p

amelia riani said...

@k'fanny: bukaaaan!! mana ada.. baca baik2 donk. suka asal ah..

@k'bambang: obsesinya orator ya? g kesampean jadi danlap oskm?hhe

Anonymous said...

wew..
aga berat kayanya puisinya..
hehe..