sebelumnya makasih banget buat temen saya yang udah ngingetin saya *secara g langsung* lewat sebuah pertanyaan yang cukup simpel.
Ada dalil2 tentang interaksi ikhwan akhwat g? surat apa? ayat brp?
sebenernya saya juga bukan orang yang cukup berkapasitas buat ngejawab pertanyaan ini. tapi didorong rasa pengen tw saya yg cukup besar dan ada teknologi yang memadai, y saya cari d jawabannya..
Emang udah fitrahnya manusia buat saling mencintai dan dicintai. Tapi itu bukan alesan yang bisa dipake buat ngelanggar batesan2 pergaulan ikhwan akhwat... Sebenernya apa aja c yang ngelanggar batasan pergaulan ikhwan akhwat? *jawaban ini saya kutip dari blog ini*
1. Pulang berdua
Usai rapat, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagudari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.
2. Rapat hadep2an
Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah ‘cair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.
3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)
Gadhul Bashar tuh artinya pengendalian mata dan hati secara bersamaan. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Dari mana datangnya cinta? Dari mataturun ke hati”. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, “Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!” Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.
4. Duduk/ Jalan Berduaan
Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin)atau diskusi yang lain. Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.
5. “Men-tek” Untuk Menikah”
Gimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, saya takut kamu diambil orang.” Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga ‘men-tek’ seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal ga jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.
6. Telpon Tidak Urgen
Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.
7. SMS Tidak Urgen
Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da’wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.
8. Berbicara Mendayu-Dayu
“Deuu si akhiii, antum bisa aja deh?..” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.
9. Bahasa Yang Akrab
Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :) .”Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya.Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerimaataupun si pengirim sendiri.
10. Curhat
“Duh, bagaimana ya? saya bingung nih, banyak masalah begini!” Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati,kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasida’wah. Apalagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah.
11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen
YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.
12. Bercanda ikhwan-akhwat
“Biasa aza lagi... hehehehe,” ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.
Dalil untuk nomor 1-5:
a. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.”(HR.Ahmad)
b. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman,’Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya??”(QS.24: 30)
c. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya??” (QS.24: 31)
d. Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan mata adalah salah satu daripanah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.”
e. Rasulullah saw. Bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukanpandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu.”(HR Ahmad)
Dalil untuk nomor 6-12
:”… Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya…” (Al Ahzab: 32)
Astagfirullahal'adzim...
JLEB banget d... Saya akuin masi banyak pelanggaran2 di atas yang masi saya lakuin. Kadang2, mungkin kita tau yang kita lakuin itu salah, tapi kita suka nyari2 pembenaran buat kesalahan yang kita lakuin itu. Tapi apa dengan pembenaran itu kita jadi benar??
Apa ada yang ngerasa ke'jleb' juga sama tulisan di atas? :(
Kalo gitu ayo kita sama2 berubah.. Saling ngingetin biar g ngulang kesalahan yang sama. Mudah2an ikhtiar sederhana ini bisa bikin kita selalu dilindungi Allah SWT dari semua yang bikin kita jauh dari-Nya...
Hayu ah menata lagi hidup kita... hati kita...
Mudah2an diridhain Allah SWT. ^_^
Amin.
No comments:
Post a Comment