Jan 18, 2011

Tanjung Lesung Part 1: Berangkaaat!

Ga sengaja baca draft tentang tulisan ini. Belum sempat dipublish karena satu dan lain hal. Walaupun basi ya udah lah ya..

Rabu, 15 September 2010. saya dan 25 LSS 2007 jalan ke Tanjung Lesung, Banten. what a trip!
Dimulai dengan ngumpul di gerbang depan jam setengah 6, dan pergi, akhirnya, jam 8, kita sampai disana jam 4. Iya, 8 jam. Saya juga shock. Perasaan Banten ga jauh-jauh amat dari Bandung tapi bahkan lebih lama dari perjalanan mudik saya ke Pekalongan.
Seperti biasa, kita foto-foto sebelum berangkat di deket kubus sambil nunggu orang-orang dan mobil. Oh iya, kita pakai 3 Avanza rentalan yang harganya 550.000, 600.000, dan 650.000. Harganya beda-beda soalnya beda tempat rental. Setelah itu kita bagi-bagi penumpang dan berdoa bersama. Saya kebagian semobil sama Lia, Afi, Bowo, Fahmi, Ivan, Mato, Fazri, dan Reka sebagai supir. 

Belum juga mulai jalan mobil kita udah maju mundur ga jelas dan sampai nabrak trotoar. Pas kita lihat ke sebelah, ternyata mobil yang disupirin Beye juga sama nabrak trotoar. Katanya mobilnya ga bisa dimundurin. Haah mana ada?! Huah. Feeling ga enak. Terus tau-tau di sekeliling kita banyak kuda. Dan akhirnya setelah Beye berhasil mundurin mobilnya, dia nabrak kuda dong. Kaki kudanya nyangkut di bemper belakang mobil Beye. Kita yang ada di belakangnya cuma bisa teriak-teriak panik. Kalo kaki kudanya patah gimana coba? Berabe kan. Tapi akhirnya itu kuda berhasil meloloskan diri dan mobil Beye melaju dengan damai. Perjalanan dimulai. Bismillahirrahmanirrahim..

Rute perjalanan kita: kampus-pasteur-jakarta-tangerang-tanjung lesung. Berangkat pukul 08.00 dan kita ketemu di rest area km 97. Mobil Reka dan Beye maksudnya karena Eki udah entah sampai mana. Cuaca di sepanjang jalan udah ga karuan. Sebentar hujan gede banget, eh maju dikit ga hujan sama sekali. Padahal mendung. Ya, hujan parsial kaya gitu memang lagi musim kali ya. Dari situ kita ngomongin hujan darah yang terjadi di India dan Hujan katak yang terjadi di Jepang. Wow. Saya baru tahu ada yang begituan. Dan katanya, dulu, jaman nabi Luth, pernah ada juga hujan darah dan hujan katak sebagai azab buat kaum Sodom, kaum homoseksual. Wew. Ngeri banget. Wahai orang-orang yang merasa dirinya gay, segeralah bertobat. Diskusi dilanjutkan dari yang ilmiah-ilmiah, dengan narasumber utama Fahmi yang baru pulang dari London habis Seminar energi gitu, sampai sinetron KCB. Dan entah kenapa ujung pembicaraan kita selalu berakhir di pernikahan. Hadah. Udah pada kebelet apa ya.

Perjalanan masih terasa wajar hingga kita sampai di Anyer. Dari situ ada baligo besar yang tulisannya Tanjung Lesung 30 menit dari Carita. Ok, setidaknya kita ga nyasar. Setelah beberapa menit kita bertanya-tanya Caritanya mana ko dari tadi ga nyampe-nyampe. Setelah akhirnya nyampe Carita, lagi-lagi kita liat baligo dengan tulisan yang sama. Ok, mungkin 30 menit dari sini. Ternyata Carita itu panjang dan kita lihat baligo ketiga dengan tulisan yang sama. Ebuset. Kapan nyampenya ini. Di tengah jalan kita shalat Ashar di mesjid. Pas masuk tempat wudhu, kita langsung ngakak-ngakak karena ada tulisan ginian:
maksudnya: 'warning, jangan ambil cai (air)'


maksudnya: 'jangan ambil air kecuali untuk wudhu'

Buset. Hahaha. Akhirnya kita beneran sampai di Tanjung Lesung 1 jam kemudian. Wow. Baligonya sangat informatif. Pas sampai disana, feeling mulai ga enak lagi liat beberapa bis berjejer. Oh, ternyata itu di spot yang gratisan makanya rame. Di spot satunya, namanya Beach Club (tolong sambil dieja kalau disebutkan), kita dipungut bayaran 50.000/mobil. Pas sampai sana, wow. Serasa pantai milik pribadi. cuma ada beberapa orang doang. Hahay. And the story goes..

No comments: