dan sekarang saya memilih untuk menulis, bukannya belajar an*ena buat kuis besok. semoga bukan pilihan yang salah.
sekilas tadi baca tentang ayat yang menceritakan tentang kisah Adam dan Hawa *bukan sinetron* di Taha 115-123. tentang bagaimana mereka 'diturunkan' dari surga akibat makan buah khuldi. padahal Allah sudah memberikan jaminan kalau mereka ga akan kelaparan, telanjang, kehausan, dan ditimpa panas matahari. intinya di surga semuanya udah ada, tapi karena kesalahan yang kecil saja mereka kehilangan semua itu seketika.
saya jadi mikir, kalau sekarang kita hidup dengan nyaman sentosa di rumah kita, mau apa aja ada. makanan, hiburan, tempat tidur, internet, terus tiba-tiba kita diusir dari rumah gara-gara makan buah duku yang dilarang sama si mamah. gara-gara duku sebiji, hilang semua kenikmatan yang sebelumnya kita miliki. is it that simple?
kenapa karena kesalahan yang kecil kaya gitu akibatnya bisa sebesar itu? apakah karena buah khuldinya? apa karena buah dukunya? *oke, kalo ga suka duku boleh diganti sama buah lain* sepelit itukah Allah? sepelit itukah mamah? ngga kan? iyalah pasti ada hal lain. perintah. Allah melarang Adam dan Hawa makan buah khuldi. udah, itu aja. aturan Allah kaya gitu. mudah sebenarnya untuk diikuti, kalau tidak ada bisikan dari setan. setan juga nyuruh mereka makan buah itu bukan karena itu buah khuldi kan? tapi karena dia pengen mereka menentang Allah. dan Allah jelas marah dong karena perintah-Nya dilanggar gara-gara mereka lebih milih ajakan setan. jadi wajarlah kalau Dia ngasih hukuman buat mereka. sekali lagi, bukan karena Allah ga mau buah khuldi-Nya dimakan mereka. terus katanya Allah Maha Kuasa? bisa aja kan Dia menjaga Adam dan Hawa agar selalu nurut sama perintah-Nya? ya pastinya itu mudah saja. tapi memang Dia sudah menciptakan skenario seperti itu. kenapa? jawabannya adalah qudrat iradat Allah. Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. itu sudah kehendak-Nya. supaya bisa jadi pelajaran buat kita kan pastinya.
jadi sebenarnya Allah ingin menguji kita, manusia, mana yang mau nurut sama Dia, mana yang ngga. makanya dibuatlah aturan-aturan yang sudah terangkum dengan jelas dan rapi. tapi ya namanya manusia, ada yang lebih menuruti Allah dan ada yang lebih tunduk sama setan. padahal hukuman-hukumannya sudah jelas juga tertulis.
baru ngeh (lagi) aja kalau dulu dengan kesalahan kecil itu Adam dan Hawa sudah 'dihukum' seperti itu, bagaimana dengan saya yang entah sudah menabung kesalahan sebanyak apa. tulisan ini bahan instrospeksi aja sih. bukan berarti yang nulis sudah 100% benar, tapi bukan juga tocab2 belaka yang nantinya cuma berakhir jadi wacana. semoga semakin hari bisa semakin bisa mengurangi kesalahan dan menambah kebaikan. amin >.<
2 comments:
rasanya gimana... gitu, kalo denger orang ngomong, "peraturan dibuat kan untuk dilanggar."
wah makasih ya mel, jadi inget...:D
Post a Comment