baru-baru ini saya membaca sebuah novel Tere Liye. kali ini judulnya "Burlian". buku ini merupakan 'Serial Anak-anak Mamak'. serial tersebut akan terbit dalam 4 buku, yaitu "Burlian", "Pukat", "Amelia", dan "Eliana". *tapi bukan sekuel atau tetralogi. jadi terserah mau baca yang mana duluan.* tokoh-tokoh tersebut semuanya kakak beradik. mulai yang paling besar Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia. keempat tokoh itu akan muncul di setiap serial, hanya yang menjadi pemeran utamanya saja yang berbeda.
mereka terlahir dari sebuah keluarga sederhana di sebuah kampung pedalaman. mamak yang digambarkan disini merupakan sosok yang galak dan sangat disiplin, sedangkan bapak adalah sosok yang sangat bijaksana dan pengertian. mereka tahu cara membesarkan anak-anak mereka dengan baik. contohnya, Burlian dalam novel ini selalu mereka anggap sebagai anak yang spesial. pukat yang pintar, eliana yang berani, dan amelia yang kuat. dan memang mereka tumbuh sesuai dengan yang diharapkan.
dalam kisah ini, Burlian, merupakan anak yang nakal, cerdas, pemberani, penolong, memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan yah, pokoknya cara berpikirnya suka out of the boxlah. mulai dari ditangkap petugas kereta api gara-gara menyimpan paku di rel supaya rata jadi pisau bersama kakaknya pukat, berteman dengan orang yang dijauhi teman-temannya karena fisiknya yang akhirnya temannya itu hmm.. baca sendirilah. terus ada juga kisah dia dengan lotre, dia yang hampir digigit buaya, dia yang berteman dengan engineer jepang yang sedang membangun jalan di kampungnya, dia yang mengamuk karena mamaknya urung membelikan sepeda untuknya, dia dengan sekolahnya, dia dengan AMD (ABRI Masuk Desa), dan dia dengan perampok yang masuk kampung. semua cerita itu dikemas Tere Liye dengan sangat apik dan dengan bahasa yang oke. haha pokoknya baguslah bukunya. jadi pengen baca serial lainnya, terutama yang judulnya "Amelia" :"> yang walaupun di novel ini selalu digambarkan sebagai si bungsu yang penakut selalu ingusan -__-
pelajaran yang didapat dari novel ini adalah bagaimana menanamkan nilai-nilai kebenaran, kedisiplinan, dan keberanian bukan dengan cara memarahi, atau hanya menyuruh kepada seorang anak, dan juga mengenai mimpi yang bukan tidak mungkin dapat dicapai oleh seseorang yang tinggal di kampung pedalaman sekalipun. ya mirip-mirip laskar pelangi sih bagian sininya. selanjutnya silakan baca sendiri aja. :)

No comments:
Post a Comment