May 20, 2011

shalat jumat

entah kenapa tiba-tiba hari ini saya concern banget sama hari jumat. sebelumnya saya tidak terlalu peduli ketika naik angkot hari jumat jam 11.30 atau makan siang di gelap nyawang jam 12.00 atau sekedar jajan di pasar jumat salman jam segitu. okelah memang mang-mang angkot itu, mang-mang gelap nyawang itu, dan mang-mang pasar jumat itu ada banyak yang tidak melaksanakan shalat jumat. tapi terus kenapa? yang dosa kan mereka sendiri. ga ada hubungannya sama saya. tapi hari ini beda. kebetulan saya pergi dari rumah pas adzan dzuhur otomatis seharusnya saya di jalan pada waktu yang bersamaan dengan shalat jumat. dan memang dasarnya kalau di jalan itu paling enak melamun dan merenung, saya jadi mikir. ini jalanan ko masih rame aja ya padahal kan waktunya shalat jumat. dan saya yakin ga semua orang-orang yang bawa mobil atau motor ini atau yang berjualan di pinggir jalan atau yang jadi tukang parkir semuanya nonmuslim atau wanita. lantas kenapa mereka tetep aja melakukan aktivitas kaya biasa? kenapa ga berhenti dulu barang 1 jam atau mungkin kurang untuk menunaikan kewajiban yang cuma sekali seminggu? apa kurang berasa ya label fardhu 'ain di belakang shalat jumat? atau kekhawatiran yang berlebihan akan usaha mereka, dagangan mereka, yang bakal rugi kalau ditinggal 1 jam saja? kalau bicara dalil sih mungkin semua orang terutama laki-laki pasti sudah tau tentang bagaimana pentingnya shalat jumat daripada jual beli.
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumu’ah : 9)
padahal Allah pasti tidak akan menyulitkan umat-Nya.
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq : 2 – 3)
saya juga jadi kepikiran, apa kitanya (yang ga shalat jumat) juga ya yang salah. coba kalau kita rame-rame ga ada yang naik angkot jam segitu, atau ga ada yang makan siang jam segitu, atau ga ada yang jajan-jajan di pasar jumat jam segitu, mungkin mereka juga lebih memilih untuk shalat jumat daripada dagang kan? berarti kita juga ikut salah dong? jadi inget temen saya dulu di SMA. waktu mau pergi pas jumatan dia lebih memilih berjalan kaki daripada naik angkot. alasannya ya itu, supaya kita ga mendukung ketidakshalatjumatan mereka. ada benernya juga sih kalau dipikir-pikir. mungkin mulai sekarang bukan hanya harus menyadarkan orang-orang untuk shalat jumat, tapi juga untuk ga mendukung ketidakshalatjumatan mereka. atau mungkin hal-hal seperti ibadah riyadhah ini memang seharusnya ada aturan yang mengikatnya juga. maksudnya ada aparat yang istilahnya merazia orang-orang yang ga shalat jumat dan memberi hukuman untuk mereka. tentunya wanita. apakah cukup jika ibadah itu hanya dikembalikan ke diri masing-masing? tanpa ada paksaan dan hukuman mungkin tidak semua orang akan sadar dengan kewajibannya. hukuman di dunia maksud saya. dalam sebuah hadits bahkan disebutkan:
”Sebenarnya aku berniat memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat bersama masyarakat dan aku pergi membakar rumah orang-orang yang meninggalkan shalat jum’at itu.” (HR. Muslim dan Ahmad)
sebegitunya ternyata ancaman Rasulullah terhadap mereka. artinya seorang pemimpin memang wajib mengingatkan dan memerintahkan rakyatnya agar selalu tunduk, patuh, dan taat pada Allah. tidak hanya membiarkannya dan mengembalikan ke diri masing-masing. bukankah itu yang akan dipertanggungjawabkan oleh seorang pemimpin kelak? wallahualam.
oh iya, memang sih ada keringanan untuk orang-orang yang ga bisa shalat jumat yaitu menggantinya dengan shalat dzuhur. tapi itu kan kalau memang ada sesuatu yang sangat mendesak. dan apakah mungkin itu terjadi setiap jumat?
saya juga sudah terbiasa melihat anak-anak yang berjualan koran di waktu shalat jumat yang tentunya mereka tidak ikut shalat. tapi tadi saya memberanikan diri untuk sekedar bertanya pada mereka.
saya: de, ko ga ikut shalat jumat?
anak 1: nungguin mobil dulu
anak 2: iya, nungguin bapak dulu
saya: kan itu jualan koran buat shalat, ko adenya sendiri ga shalat sih? kan harus kan ya? emang bapak siapa? bapaknya ade-ade bukan?
anak 1: bukan teh, ada yang nyuruh aja
ya begitulah. pasti anak-anak ini ada koordinatornya. yang memang nyari keuntungan dari mereka. tapi atulah. itu kan sama aja dengan mendidik mereka supaya terbiasa tidak shalat jumat. walaupun masih SD, tapi kalau ga dibiasain gimana gedenya?
"Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum'at karena mengentengkan (malas) tanpa ada alasan (yang dapat diterima) niscaya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menutup hatinya" (H R. Imam Ahmad)
akhirnya yang bisa saya lakukan cuma memberi uang sekedarnya dan menyuruh mereka untuk harus shalat jumat minggu depan. yang beberapa detik kemudian saya sadar kalau memberi uang bukanlah solusi yang tepat karena mungkin akan membuat mereka lebih suka berjualan atau menunggu belas kasihan orang daripada jumatan. ya sudahlah, cuma bisa berharap.
akhir kata cukup sekian 'keluhan' saya hari ini. maaf kalau terlalu naif. saya sadar masih banyak hal-hal di luar sana yang juga lebih parah dari ini. tapi setidaknya mudah-mudahan tulisan ini ada gunanya, ga sekedar keluhan saja. beruntunglah kalian para lelaki yang diwajibkan untuk shalat jumat, karena salah satu hikmahnya adalah diampuni dosanya antara jumat yang satu dengan jumat yang lain. CMIIW
Salman al Farisi berkata, "Rasulullah bersabda, 'Seseorang yang mandi pada hari Jumat, bersuci menurut kemampuannya, memakai minyak rambutnya atau memakai minyak harum keluarganya, kemudian keluar (dalam satu riwayat pergi 1/218) serta tidak memisahkan antara dua orang yang duduk, lantas ia shalat sebanyak yang dapat ia kerjakan, kemudian diam apabila imam berkhutbah; sungguh ia diampuni dosanya antara Jumat yang satu dan Jumat yang lain.'"
sumber-sumber:
http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/mengganti-sholat-jumat-dengan-sholat-zuhur.htm
http://opi.110mb.com/haditsweb/bukhari/b11_kitab_shalat_jumat.htm
http://organisasi.org/pengertian-shalat-jumat-hukum-syarat-ketentuan-hikmah-dan-sunah-solat-jumat
http://www.mail-archive.com/assunnah@yahoogroups.com/msg03564.html

1 comment:

kim said...

"akhirnya yang bisa saya lakukan cuma memberi uang sekedarnya dan menyuruh mereka untuk harus shalat jumat minggu depan."
baik banget ameeel >_<