mencoba sedikit melek politik tanpa bermaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri.
makin banyak saja kejadian aneh di negara ini. semuanya ga jauh dari korupsi sih. penyakit yang sudah lama diderita bangsa ini yang entah kenapa tidak pernah sembuh, atau at least mendingan sedikit. saya cuma ingin menulis opini pribadi tentang kasus-kasus itu, bukan data akurat. ya lagian siapa juga yang tahu hal yang sebenarnya.
1. kasus suap traveller cheque (TC) pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004, Nunun Nurbaeti
Jadi ceritanya Ibu Nunun Nurbaeti ini ditetapkan jadi tersangka kasus suap dalam pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004. yang jadi masalah sampai saat ini beliau ga ketemu-ketemu. Polisi bahkan sudah nyuruh interpol untuk nyari, tapi katanya interpol juga sibuk ngurusin buronan lainnya. wew. kebanyakan buronan jadinya gini. yang bikin ibu Nunun bisa pergi ke luar negeri adalah karena dia divonis mengidap amnesia, yang mengarah pada dementia alzheimer. jadi kalau dipaksa untuk mengingat sesuatu, kondisinya bisa langsung drop. oh iya, mari kita bicara sedikit tentang amnesia ini. menurut sumber di sini dan di sini,
demensia alzheimer dapat diartikan sebagai degenerasi otak yang mematikan sel-sel otak sehingga mengakibatkan menurunnya daya ingat, kemampuan berpikir, dan perubahan perilaku.
jadi katanya level memori itu dibagi 3, yaitu gangguan forgetfullness, amnesia, dan dementia. nah Ibu Nunun ini katanya dalam kondisi amnesia yang mengarah ke dementia. eh tapi terus saya nemu link ini. menurut dokter pribadinya si Ibu keluhannya nyeri syaraf, sering vertigo. entahlah mana yang bener. ya wallahualam bener ngganya si Ibu ngidap amnesia. tapi berasa sinetron indonesia aja. amnesia. terus kenapa sampai sekarang ga balik-balik? bahkan suaminya aja ga bersedia ngasih tau istrinya dimana. kenapa? kenapa??? #retoris #lebay
2. kasus suap wisma atlet, Nazaruddin
beberapa minggu ini memang bung Nazar jadi topik hangat di berbagai media. apalagi setelah kemunculannya dengan setelan Luffy One Piece saat skype-an dengan Iwan Piliang. pengakuannya tentang keterlibatan Anas Urbaningrum dan beberapa tokoh lainnya dalam kasus korupsi, serta keskeptisannya terhadap KPK yang membuat dia tidak mau pulang dan menyelesaikan semuanya sesuai prosedur cukup mengacaukan dunia persilatan politik Indonesia. di satu sisi saya merasa bung Nazar ini sangat berani, menyampaikan segalanya secara gamblang dan mengaku punya bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. sikapnya yang langsung tampil di depan media, bukan menghadapi jalur hukum, menurut saya ada benarnya juga. ya, secara lembaga hukum di sini sepertinya sudah sulit untuk dipercaya. dia jadi punya kesempatan untuk 'curhat' di depan publik. kalau kita lihat kasus antasari dulu, beliau sama sekali tidak diberi kesempatan bicara di depan publik. alhasil cerita yang kita tahu saat ini bisa saja hasil rekayasa oknum2 tertentu yang hanya ingin menjadikan antasari sebagai kambing hitam. tapi di sisi lain saya juga bertanya-tanya, apakah jika kasus ini tidak mencuat seperti sekarang bung nazar tetap akan membeberkan kebobrokan rekan-rekannya tadi atau bakal santai-santai lenje-lenje saja karena masih ada dalam zona aman? ya, namanya juga terjepit. mungkin jalan satu2nya adalah membongkar semuanya. tapi kira-kira siapa ya yang backingin beliau? nampaknya orang yang sangat kuat dan berpengaruh sampai-sampai saat ini pun bung Nazar belum bisa diboyong lagi ke sini.
3. statement sang ketua DPR, Marzuki Alie
ini dia yang paling hangat. baru tahu beritanya hari ini, padahal kemaren katanya ada di Metro. bapak ketua ini bilang kalau sebaiknya kita memaafkan para koruptor, dan mereka disuruh untuk mengembalikan uang hasil korupsinya pada negara. selain itu, bapak ini mengusulkan agar KPK dibubarkan saja karena sudah tidak bisa dipercaya. haha. agak lucu sih. okelah sebentar lagi bulan Ramadhan, terus habis itu lebaran. tapi bukan lantas kita mesti maafin koruptor gitu aja kan pak? Tuhan saja bisa memaafkan hamba-Nya. yes, indeed. tapi setelah ada prosedur yang dijalankan tentunya kan? setelah mereka bertobat dan menjalani hukuman yang telah Dia tetapkan. lah ini main maafin aja mah ga akan bikin kapok kali. baiklah, hukuman penjara juga ga bikin kapok. apalagi penjara bintang 5. makanya Tuhan itu nurunin kitab yang isinya hukuman, larangan, dan aturan itu ya fungsinya buat ini. bagaimana supaya hukuman itu adil, dan setelah dijalankan bukan hanya terbebas dari hukuman di dunia. percuma juga sih sebenarnya menghukum bertahun-tahun bahkan seumur hidup di penjara kalau toh kesalahannya masih akan terbawa sampai akhirat. yak, lepas dari hukumannya, statement yang bilang kalau KPK lebih baik dibubarkan juga sedikit ironis. mengingat badan yang dipimpinnya justru tidak lebih bisa dipercaya dari KPK. kenapa tidak membubarkan diri saja? hehe.
ternyata cukup banyak juga blunder statement dari si bapak ini. ada di sini nih.
akhir kata, tulisan di atas hanya sekedar 'curhat' tentang kondisi sekitar yang ternyata tidak baik-baik saja. mumpung bukan presiden, curhat dikit boleh lah ya. :p
3 comments:
wah, mengamati politik juga si amel, mau berkecimpung di dunia politik kelak mel?
biar ga dibegoin mar, mesti tau juga kayanya. hehe.
ah, tambahan, baru tahu ternyata Pak Marzuki Alie salah satu anggota dewan pembina Demokrat. hmm..
Post a Comment