masih dalam euforia wisuda edisi juli 2011 yang (sayangnya) bukan wisuda saya dan terdorong dari tulisan temen-temen saya tentang TA mereka di sini, di sini, dan di sini, saya jadi pengen sedikit cerita juga tentang TA saya yang tak kunjung selesai. supaya ga lupa apa TA sendiri. jadi TA saya ini tentang implementasi dari algoritma kompresi secara kuantisasi vektor yang scalable untuk citra medis di dalam perangkat mobile. simpelnya gimana cara liat citra medis seperti hasil rontgen syalala di hp yang dalam hal ini hp ber-OS android tanpa kehilangan sedikitpun data dari citra itu. kalau foto biasa kan ukurannya ga terlalu besar dan ada data yang hilang sedikit akibat kompresi juga ga masalah. tapi karena ini citra medis, jadi sensitif banget, ga boleh ada data yang hilang. dan masalahnya lagi citra medis itu ukurannya besar2 jadi rasio kompresinya juga harus besar supaya storage yang dibutuhkan kecil dan memungkinkan untuk ditransmisikan dengan waktu relatif cepat. ya itulah kurang lebih topik dari TA saya. kelihatannya mudah dan simpel kan? makanya saya hayu2 aja pas dapet TA ini. saya memang pengen TA yang hasilnya kelihatan, bisa berguna, dan beneran bisa dipakai. sebenarnya karena saya juga pengen TA yang ada hubungannya dengan biomedika dan ga terlalu telkom. ada sejarahnya sih kenapa tapi ya udahlah. dan ternyata TA saya ini biomedik ngga, telkom ngga. tapi programming banget. sesuatu yang saya benci. alasan terbesar saya masuk elektro. karena ga mau masuk informatika. haha. entah kenapa saya malah tersesat di TA ini. tapi ya itu. ini pilihan saya dan saya merasa malu untuk mundur. lagipula sudah sangat terlambat kalau harus mundur sekarang.
oh iya, sedikit tentang TA saya mungkin nanti bakal saya post di sini atau di blog saya yang lain yang kadar sampahnya lebih sedikit daripada di sini. nanti. kalau sudah ada niat. :p
tapi tetap saja, TA tetangga selalu lebih hijau. TA antena. ya walaupun saya ga tau penderitaan mereka di sana, dan saya juga yakin saya belum tentu bisa kalau dapet topik itu, tapi kok kayanya mereka lancar jaya aja. hmm iya sih mereka pada dewa. tapi sepertinya lebih menyenangkan bermain bersama ansoft atau HFSS yang isinya gambar-gambar dibandingkan berkutat dengan eclipse yang isinya tulisan semua. haha. dasar manusia. kalau ga inget alasan semula saya pilih TA ini, mungkin ini laptop sudah hancur dibanting. ok, berlebihan.
ya itulah.. memang menjadi orang yang sangat excited terhadap sesuatu yang baru di awal tapi ternyata mudah bosan dan memiliki daya juang yang rendah sangat, sangat tidak baik. setidaknya itulah lesson learned yang saya dapatkan. fokus dan terus berjuang. tssaah. sampai saat ini sih masih berjuang untuk oktopus. oktober sampai mampus. tapi kalau ternyata harus april dan seterusnya ya insya Allah sudah menguatkan mental. tinggal bagaimana menguatkan mental orang tua, sudah mengecewakan mereka dua kali.
tapi kalau dipikir lebih jauh, yang saya perjuangkan, oktopus, itu untuk apa? gelar 'lulus tepat waktu' sajakah? tuntutan orang tuakah? kabita sama yang lulus juli kemarenkah? pengen cepet kerjakah? kalau masih di situ-situ saja alasannya berarti ada yang harus diluruskan. dan jujur, semua hal itu masih saya rasakan. tapi tetap, ketidaklurusan niat itu juga bukan berarti bisa jadi alibi untuk menunda kelulusan. walaupun lulus tidak tepat waktu juga bukanlah sebuah masalah besar. kapanpun saya lulus, semoga itu karena pilihan, bukan (hanya) karena ketidakmampuan. masih banyak kewajiban yang belum tunai juga di kampus tercinta ini.
*cat: asal kurang dari sama dengan 6 tahun :p
2 comments:
semangat mel! yo ayo kita pasti bisa...
hmm yg paragraf terakhir nohok pisan mel. aku yakin sih lulus itu pasti, walaupun entah kapan. seperti kata orang2, "lulus pada waktu yang tepat". tapi lulus oktober itu untuk apa, untuk siapa. apa ini bener waktu yang tepat? kayaknya semua alasan di sana bener semua. harusnya ga begitu ya. ini mah namanya maksa. :|
iya nis aku juga mikirnya gitu. takutnya ternyata belum dapet apa2, belum ngasi apa2, belum ngapa2in, belum bisa apa2. huaaa
Post a Comment