Sep 24, 2011

gangguan obsesif-kompulsif (OCD)

"jangan-jangan kena obsesif-kompulsif"
kata seorang teman, psikolog sekarang. setelah saya cerita tentang susah fokusnya saya sama suatu hal. setelah saya cerita kalau saya sering mengulang-ulang shalat bahkan sampai wudhu lagi gara-gara 3 kali membatalkan shalat.
gyaa.. binatang apa itu obsesif-kompulsif? kok kedengarannya sedikit menyeramkan.
katanya rasa cemas saya terlalu tinggi, sampai bisa melakukan sesuatu berulang-ulang saking takut salahnya. obsesif itu perasaan ingin melakukan sesuatu dengan sempurna, sedangkan kompulsif maksudnya berulang-ulang katanya. akhirnya saya cari lebih banyak tentang si obsesif-kompulsif ini.

APA ITU OBSESIF KOMPULSIF?
Obsesis Kompulsif adalah gangguan kejiwaan yang ditandai dengan tindakan yang dilakukan berulang-ulang, dengan tujuan untuk mengurangi rasa cemas dan ketidaknyamanan sang penderita.
APA PENYEBAB OBSESIF KOMPULSIF?
Gangguan ini disebabkan ketidaksempurnaan perkembangan emosi, tekanan di masa lalu, atau memang dikarenakan karakter orang tersebut yang biasanya perfeksionis dan juga seorang peragu dan pencemas.
BENTUK GANGGUAN YANG SERING TERJADI :
  • Membersihkan atau mencuci tangan
  • Memeriksa atau mengecek
  • Menyusun
  • Mengkoleksi atau menimbun barang
  • Menghitung atau mengulang pikiran yang selalu muncul (obsesif)
  • Takut terkontaminasi penyakit/kuman
  • Takut membahayakan orang lain
  • Takut salah
  • Takut dianggap tidak sopan
  • Perlu ketepatan atau simetri
  • Bingung atau keraguan yang berlebihan.

BAGAIMANA CARA MENYEMBUHKAN GANGGUAN TERSEBUT?
Dari segi psikologi: mencegah ritual pengulangan yang biasa dilakukan oleh penderita pada saat ada stimulan muncul. Akan tetapi dalam beberapa kasus hal itu susah sekali dilakukan. Karena gejala obsesif kompulsif itu tidak bisa dilawan. Apabila ditahanpun akan menyebabkan ketidaknyaman.
Dari segi medis: Obat obatan yang digunakan adalah Serotonin iInhibitor, seperti paroxetine (Paxil, Aropax), sertraline (Zoloft), fluoxetine (Prozac), and fluvoxamine (Luvox), dan Antidepresan, contohnya clomipramine.

saya ga tau apa ini ada faktor turunannya juga, soalnya mama saya juga suka ragu kalau ninggalin rumah. ya kunci pintunya lah, ya kompor lah, ya setrika lah. sampai kita harus balik lagi ke rumah buat ngecek segala macem itu.

"ayo mel, pasti bisa sembuh!"-nya temen saya tadi sedikit banyak bikin saya takut. memangnya saya 'sakit'? haha. tapi ada benernya juga sih. hal kaya gini ga bisa saya biarin terus-terusan. kata dia, obatnya adalah kurangin rasa cemas.

dulu bahkan saya punya kebiasaan, kalau sikut kanan saya kejedug atau nyentuh sesuatu, sikut kiri saya juga mesti gitu. atau kalau naik tangga saya pegang pegangannya dengan tangan kanan, tangan kiri juga harus ikut pegang. atau hal-hal ga penting lain yang seolah-olah 'harus' saya lakukan. ya saya ga mikir macem-macem sih dulu, paling ngilangin kebiasaan itu aja sedikit-sedikit. dan alhamdulillah sekarang udah ga ngalamin itu lagi. cuma ya itu, sekarang masalahnya di shalat.
awalnya bahkan saya mengira ini gejala alzheimer *na'udzubillah* tapi katanya bukan. fiuh. syukurlah.

"kontrolnya ada di diri kamu sendiri", katanya.
ya. cuma saya yang bisa kontrol diri saya sendiri. orang lain cuma bisa ngasih saran, motivasi, sugesti. tapi semuanya memang bergantung sama si 'penderita'nya itu sendiri. kata-kata repetitifnya dia tentang saya ga akan kaya gitu lagi, saya ga pelupa, saya pasti bisa, sangat membantu. ya, mudah-mudahanlah...

saya akan sembuh.
segera.
:)

4 comments:

maru said...

wah, yang pegangan kanan ama kiri masih bisa dimaklumi lah.
yang kejedug kanan, yg kiri mesti kejedug juga itu super ga penting deh mel. Ga baik yg berlebihan mel, moga bisa dikurangi.

amelia riani said...

iya kalo masalah itu sekarang udah berkurang mar

Anonymous said...

orang2 OCD biasanya org2 yg perfeksionis,,detil,,hati2,,terorganisasi,,tapi berlebihan. klo dicermati sebenernya sifat2 itu adalah sifat yang bsa menjadi potensi diri yg sangat bagus,,tidak perlu dihilangkan,,hanya dikurangi kadarnya,,perlu ditambahkan sifat2 baru seperti bersyukur atas apa yg ada,,bsa melihat masalah secara global,,berani melakukan dobrakan dan keluar dari zona nyaman..dan mau menterapi diri,,krn setiap penyakit itu ada obatnya,,termasuk masalah jiwa..so mba amel pasti bisa,,tapi harus mau menderita,,hehe...

Anonymous said...

mungkin sedang "tidak pasti" karena sulitnya TA, jadi banyak bikin ragu2 ke hal2 lain..

"kalau ragu-ragu tinggalkan, kalau takut terjang"